Breaking

Kebijakan Anak Perusahaan Royal Golden Eagle (RGE) Dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan


Anak perushaan Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan oleh pebisnis sukses di Indonesia yang bernama Sukanto Tanoto, yakni APRIL Group hingga sekarang memang masih berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di semua area kerja perusahaan. Caranya adalah dengan menerapkan praktek–praktek terbaik di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan seperti yang ada di dalam filosofi bisnis perusahaan, yakni apapun yang perusahaan lakukan maka harus baik bagi negara, masyarakat dalam konsesinya, dan baik pula bagi perusahaan itu sendiri. 

Selain hal tersebut, anak perusahaan Royal Golden Eagle dalam pimpinan Sukanto Tanoto ini juga berkomitmen untuk segera memberhentikan kegiatan deforestasi hutan alam dari rantai pasokan dan juga memberikan perlindungan yang baik bagi hutan serta lahan gambut, dimana perusahaan Sukanto Tanoto ini beroperasi, juga mendukung praktek – praktek terbaik untuk mengelola hutan di beberapa negara dalam konsesi perusahaan untuk dapatkan bahan baku kayu. 

Kebijakan Anak Perusahaan Royal Golden Eagle (RGE) Dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Selain beberapa hal di atas, ternyata APRIL Group juga berkomitmen untuk selalu menghormati hak asasi manusia dan beberapa aspek lingkungan yang masih satu rantai pasokan perusahaan. Tujuan dilakukan hal ini tak lain adalah agar perusahaan Sukanto Tanoto bisa jadi tetangga yang baik serta bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam lingkup masyarakat lokal, nasional, serta global. Kebijakan APRIL Group dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan ini dibuat khusus dengan cara memperhatikan masukan dari  SAC atau Stakeholder Advisory Committee dan juga para pemangku kepentingan lain dari masyarakat sipil. 

Kebijakan yang diberikan tersebut adalah sebuah evolusi dari kebijakan SFMP yang diluncurkan pada tahun lalu. Kebijakan ini nanti juga akan memasukkan kerangka kerja keberlanjutan dari Royal Golden Eagle. Beberapa komitmen yang dibuat dalam dokumen ini nanti akan berlaku sepenuhnya dan terbatas hanya untuk anak perusahaan Royal Golden Eagle satu ini, yakni APRIL Group, yang jadi salah satu perusahaan yang dikelola secara mandiri dengan beberapa kegiatan operasional di Indonesia. Selain out, komitmen tersebut ternyata juga berlaku pula bagi semua pemasok kayu untuk APRIL Group saat ini atau pun yang akan datang, termasuk halnya akuisisi maupun kemitraan di masa yang akan datang. 

Salah satu tujuan APRIL Group dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dalam jangka panjang ini tak lain adalah untuk membangun hutan tanaman industri berkelanjutan yang nanti akan bisa memberikan pasokan kayu untuk industri kayunya sendiri, sediakan lapangan pekerjaan, serta kesejahteraan perekonomian bagi masyarakat di sekitar. Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini bersama para pemasoknya juga akan lakukan pendekatan bentang alam untuk konservasi kawasan hutan, nilai – nilai lingkungan, lahan gambut, dan sosial penting yang lainnya. 

Tak hanya itu saja, anak perusahaan Royal Golden Eagle dalam naungan Sukanto Tanoto ini ternyata juga memberlakukan mortorium penebangan hutan alam sejak tahun 2015 hingga sekarang, menunggu hasil penilaian HCV dan juga HCS. Moratorium tersebut juga berlaku pula bagi semua pemasok kayu pihak ketiga untuk APRIL Group khususnya. 

APRIL Group bahkan juga akan implementasikan praktek – praktek pengelolaan terbaik pada lahan gambut yang dukung target pemerintah Indoensia untuk bisa mengurangi emisi gas dari rumah kaca, dan juga memelihara nilai – nilai konservasi yang lainnya. Ini artinya tak akan ada pengembangan baru di lahan gambut yang berhutan oleh anak perusahaan Sukanto Tanoto dan para pemasoknya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.