Breaking

Riau Andalan Pulp & Paper Berusaha Menumbuhkan Kesadaran Kebakaran Sejak Dini

Image Source: Detik.com
PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) konsisten berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan kebakaran lahan dan hutan. Salah satunya ialah dengan berusaha menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya api sejak usia dini.

PT RAPP merupakan unit operasional dari APRIL Group. Induk perusahaannya itu dikenal sebagai produsen pulp dan kertas terkemuka di Asia.

Reputasi itu muncul berkat kapasitas produksi yang tinggi. Setiap tahun, APRIL sanggup memproduksi kertas sebanyak 850 ribu ton serta pulp hingga 2,8 juta ton.

Mereka bisa melakukannya karena memiliki perkebunan sendiri seluas 476 ribu hektare untuk memperoleh bahan baku. Di sana kebun ditanami pohon akasia dan pengelolaannya diserahkan kepada RAPP Riau.

RAPP bukan hanya mengelola perkebunan. Mereka juga menjalankan proses produksi pulp dan kertas dari awal hingga akhir. Hal itu dilakukan di area pabrik yang terintegrasi dengan perkebunan di kawasan Pangkalan Kerinci di Provinsi Riau.

Sebagai unit bisnis bagian dari APRIL, Riau Andalan Pulp & Paper dituntut untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan. Ikut menanggulangi bahaya kebakaran lahan dan hutan merupakan salah satu wujud nyatanya.

Dalam upaya tersebut, terdapat berbagai kegiatan yang dijalankan oleh PT RAPP untuk mencegah kebakaran. Namun, baru-baru ini, mereka getol menggelar aktivitas yang dinamai sebagai Fire Aware Community (FAC) Go to School.

Secara garis besar FAC Go to School merupakan pengembangan dari program Community Awareness yang telah dijalankan RAPP sebelumnya. Dengan kegiatan ini, mereka mengunjungi setiap sekolah yang tersebar di lima Kabupaten di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Pelawawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Merati, dan Kabupaten Kuantan Singingi.

Upaya ini dilakukan sebagai penanaman kesadaran terhadap bahaya api kepada anak-anak sekolah. Langkah ini dirasa vital karena banyak sekali kasus kebakaran yang dipicu oleh tangan-tangan manusia. Salah satunya ialah akibat kebiasaan membuka lahan dengan membakar.

Oleh sebab itu, upaya menanamkan pola pikir sadar kebakaran dan kerugiannya menjadi penting ditanamkan sejak dini. Dengan program penyadaran seperti ini, anak-anak diharapkan tahu bahaya api dan dampak buruk yang bisa ditimbulkannya. Harapannya mereka akan mengubah pola pikirnya sehingga terdorong aktif menjaga lingkungan.

"Jadi, kami menyosialisasikannya ke anak sekolah. Sejak dini kami mulai mengajari bahwa membakar yang memicu asap itu berbahaya sekali. Anak-anak itu kami didik dari sekarang," ujar Fire Prevention Manager RAPP, Sailal Arimi, di Detik.com.

Dalam melakukan edukasi, Riau Andalan Pulp & Paper menyesuaikan materi sesuai dengan kegemaran anak-anak. Mereka menggunakan media pengajaran seperti buku, komik hingga video yang menampilkan dampak terjadinya kebakaran.

Di dalamnya juga diselipkan berbagai pesan agar tidak membakar lahan dan hutan. RAPP berharap mata para siswa sekolah jadi terbuka. Mereka akhirnya tahu bahwa kebakaran sangat merugikan sehingga sadar untuk mencegahnya.

Langkah itu tampak memberikan hasil positif. Sailal mencontohkan usai memperoleh materi edukasi ada seorang siswa yang melarang orang tuanya membuka lahan dengan membakar.

“Waktu kami kembali lagi ke sekolah itu, kami tanya apa yang telah kalian lakukan. Ada satu anak yang bilang bahwa dirinya sudah melarang orang tua untuk tidak membakar lagi," tutur Sailal.

Hal itu kemudian dikonfirmasi oleh PT RAPP. Si anak memang melarang ayah ibunya melakukan pembakaran. Kini, orang tuanya jadi sadar tentang bahaya api.

Ketika hal tersebut terjadi, tujuan Riau Andalan Pulp & Paper melaksanakan FAC Go to School telah tercapai. Ada perubahan pola pikir positif tentang kebakaran lahan dan hutan.

"Kami mengharapkan, 20 tahun lagi mereka (siswa, Red.) tidak tumbuh sebagai pembakar lahan. Jadi ini untuk jangka panjang karena mereka sudah tahu (bahaya kebakaran, Red.) dari sekarang," tandas Sailal.

MAKIN BANYAK SEKOLAH YANG DIDATANGI

Image Source: Detik.com
https://news.detik.com/berita/3869847/tumbuhkan-kesadaran-bahaya-kebakaran-lahan-sejak-dini
Riau Andalan Pulp & Paper mulai menggulirkan FAC Go to School sejak 2016. Sejak saat itu ada banyak sekolah di Provinsi Riau yang dikunjungi.

Lihat saja pada tahun 2016, PT RAPP berhasil mengunjungi para siswa di 50 sekolah. Edukasi bahaya kebakaran itu dilakukan di berbagai sekolah di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Pada tahun berikutnya, jumlah sekolah yang didatangi RAPP Riau dalam program FAC Go to School bertambah menjadi 80 sekolah. Jika ditotal, per 2107 telah ada 130 sekolah yang mendapat edukasi tentang bahaya kebakaran lahan dan hutan.

Namun, Riau Andalan Pulp & Paper masih belum puas. Mereka ingin semakin banyak sekolah yang didatangi untuk diberi edukasi bahaya kebakaran. Maka, pada tahun 2018, mereka menargetkan akan melakukan sosialisasi di 104 sekolah.

RAPP berharap semakin banyak sekolah yang dikunjungi, bertambah banyak siswa yang tahu bahaya kebakaran. Ini tentu akan berdampak positif terhadap upaya penganggulangan kebakaran yang sudah dijalankan.

Patut diketahui, FAC Go To School bukan satu-satunya kegiatan PT RAPP dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan. Mereka masih memiliki berbagai program untuk memperkuat upaya tersebut.

Pertama Riau Andalan Pulp & Paper menggulirkan Program Desa Bebas Api. Ini adalah upaya aktif untuk mengajak masyarakat dalam mencegah kebakaran. Cara yang dilakukan ialah dengan memberi insentif kepada desa sebesar Rp50 juta hingga Rp100 juta kalau mampu mengamankan wilayahnya dari api selama setahun.

Kegiatan itu mulai dirintis sejak 2014. Efektivitasnya pun terbukti. Kasus kebakaran di wilayah yang berpartisipasi langsung hilang atau setidaknya turun drastis.

Selanjutnya PT RAPP membentuk Crew Leader. Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat untuk sosialisasi bahaya kebakaran. RAPP melantik seorang warga yang berperan aktif mengajak sesama warga desa mengamankan wilayahnya dari api.

Selain itu, Crew Leader berperan sebagai penghubung antara desa dengan Riau Andalan Pulp & Paper. Mereka bisa mengontak perusahaan ketika ada warga desa yang membutuhkan bantuan pinjaman alat berat untuk membuka lahan. Hal ini dirasa berdampak signifikan dalam menghilangkan kebiasaan membakar di masyarakat.

Program penanggulangan kebakaran berikutnya adalah Sistem Pertanian Terpadu. Dalam kegiatan ini, RAPP memberi pelatihan tentang pertanian dan peternakan kepada masyarakat. Dengan itu, mereka diharapkan sanggup mengembangkan lahannya maupun peternakannya secara optimal. Akibatnya kegiatan itu bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga.

Sama seperti kegiatan lainnya, upaya ini begitu berarti dalam pencegahan kebakaran. Sebab, harus diakui, kerusakan lahan dan hutan sering terjadi akibat tuntutan ekonomi. Lahan dibuka untuk bertani sebagai sumber pendapatan.

Selain itu, RAPP juga menjalankan pemantauan asap. Sejumlah alat dipasang untuk mendeteksi kualitas udara di berbagai kawasan. Tujuannya supaya kesehatan warga benar-benar terjaga.

Adapun FAC Go to School termasuk ke dalam kegiatan Community Awareness. Lewat program ini, Riau Andalan Pulp & Paper selalu berusaha meningkatkan kepedulian warga terhadap bahaya api dan kebakaran secara umum.

Ketika melaksanakannya, RAPP sering mendatangi warga untuk melakukan sosialiasi bahaya dan pencegahan kebakaran. Harapannya warga juga sadar untuk menjaga lingkungannya tetap lestari.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.