Breaking

Bahaya! Bicara Tanpa Data


Berbicara merupakan suatu hal yang lumrah dilakukan oleh setiap manusia. Suatu pembicaraan sangat bermanfaat untuk komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain, dekat maupun jauh. Dengan pembicaraan, seseorang dapat mengetahui suatu pengetahuan, pengalaman dan lain sebagainya. Namun, hendaklah kita menghindari pembicaraan mengenai hal yang omong kosong, tanpa adanya data yang mendasarinya.

Jika kita berani menyatakan si A bahwa dia telah melakukan ini dan itu, maka selayaknya bagi kita untuk memiliki data yang benar maupun valid dari sumber data yang terpercaya pula. Data yang terpercaya bisa diperoleh dari orang yang jujur, buku-buku, dan sumber informasi lainnya yang dianggap memiliki kredebilitas yang baik pula. 

Akan sangat disayangkan, apabila kita berbicara seenaknya saja namun data yang diucapkan tak tau dari mana asal muasalnya. Tentu jika hal ini terjadi pada diri kita, maka akan sangat membahayakan diri kita. Ada sebuah kata mutiara yang kiranya perlu kita resapi bersama, “Lidah itu bagaikan pedang, jika kau tak mampu memotongnya, maka dia akan memotongmu”.

So, bijaklah dalam berucap, karena setiap ucapan yang terlontar dari lidah kita akan selalu ada akibatnya. Bicaralah seperlunya saja, katakan iya jika memang iya, dan katakan tidak jika memang tidak. Jangan sampai berbohong, karena itu adalah perbuatan yang tercela baik dari sisi kemanusiaan, lebih-lebih dari sisi agama.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.